Thursday, 4 April 2013

JENIS - JENIS EKOSISTEM



 MAKALAH JENIS – JENIS EKOSISTEM
MATA KULIAH ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN






Oleh :

romliyadi2013@gmail.com
NPM.12131011118


Dosen Pengajar :
Prof. SUPLI EFFENDI RAHIM,PhD, MSc









PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN 2013




KATA PENGANTAR

Assalamualaikum ,Wr.Wb.
Bismilahirohmannirohim
Sukur alhamdulillah kita haturkan kepada allah SWT atas segala rahmat dan karunia-nya, sehingga saya dapa meneyelesaikan tugas ini dengan judul “ Makalah jenis-jenis Ekosistem “ tepat pada waktunya.
Saya menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna dan banyak terdapat kekurangannya, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterbatasan refrensi yang saya dapatkan sehingga saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaannya.
Semoga bantuan dan dorongan yang diberikan akan mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT, Amin.
Wasalam
 Palembang,  Maret  2013

                         Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Setiap makhluk hidup memerlukan tempat tinggal yang sesuai. Tempat hidup beserta segala sesuatu yang terdapat di sekitar makhluk hidup disebut lingkungan. Di dalam lingkungan hidup yang sesuai, makhluk hidup mendapatkan kebutuhan hidupnya dan menyatu dengan apa yang ada. Tempat makhluk hidup biasa hidup dan berkembang disebut habitat.
Di alam habitatnya makhluk hidup senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Kesatuan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dikenal dengan nama ekosistem. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. Komponen itu membentuk satuan-satuan organisme kehidupan.
Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan produktivitas.
Ilmu ekologi pada dasarnya menjelaskan hubungan antara organisme -tumbuhan maupun hewan- dengan lingkungannya. Sifat setiap benda hidup dimengerti dari segi hubungannya. Bukan hanya dengan alam secara fisik -termasuk tanah, air dan iklim- tetapi juga dengan benda hidup lain dalam suatu pola saling ketergantungan yang dinamakan ekosistem.. Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.
Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem

B.     TUJUAN
Tujuan Umum
Untuk mengetahui jenis-jenis Ekositem dan komponen didalamnya
Tujuan Khusus
Apakah yang dimaksud dengan  Ekosistem
Apakah yang dimaksud dengan ekosistem daratan
Apakah yang dimaksud dengan ekosistem peraiaran


 

BAB II
TEORI DAN PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah kehidupan semua jenis makhluk hidup yang saling mempengaruhi serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Pengertian ekosistem pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli ekologi berkebangsaan Inggris bernamaA.G. Tansley pada tahun 1935, walaupun konsep itu bukan merupakan konsep yang baru. Sebelum akhir tahun 1800-an, pernyataan-pernyataan resmi tentang istilah dan konsep yang berkaitan dengan ekosistem mulai terbit cukup menarik dalam literatur-literatur ekologi di Amerika, Eropa, dan Rusia (Odum, 1993).


  1. JENIS – JENIS EKOSISTEM
    Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan.
    1. Ekosistem Darat.
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut
1.      Bioma Gurun
Di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking
2.      Bioma padang rumput
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular
3.      Bioma Hutan Basah
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu
4.      Bioma hutan gugur
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak)
5.      Bioma taiga
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur
6.      Bioma tundra
Seperti tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.   Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.

    1. Ekosistem Perairan.
Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut
1.      Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut:
§  Adaptasi tumbuhan
§  Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar juga digolongkan menjadi dua yaitu : Air tenang dan air mengalir. Yang termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, dan yang termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
2.      Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
1.      Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin
2.      Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai. Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil
3.      Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air
4.      Terumbu karang
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora

    1. Ekosistem buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah
a.       Bendungan
Suatu ekosistem buatan yang berupa bangunan penahan atau penimbun air untuk berbagai keperluan, misalnya irigasi, pembangkit listrik.
b.      Hutan tanaman industri
Hutan yang sengaja ditanami dengan jenis tanaman industri. Jenis tanaman yang umum ditanam adalah pinus, mahoni, rasamala,  dammar, dan jati seperti gambar disamping
c.       Agroekosistem
Suatu ekosistem buatan berupa ekosistem pertanian, misalnya sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah surjan, sawah rawa, sawah pasang surut, perkebunan (teh, kopi kelapa sawit, dan karet), kolam tambak, ladang, dan pekarangan

  1. PEMBAHASAN
Pada musim gurun Adapun tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit). Sedagkan  hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka  hidup pada lubang – lubang.
sedangkan pada Bioma Padang Rumput adapun Tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina. Sedangkan pada hewan yang dapat hidup seperti bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia. Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah. Sedangkan pada musim tropis terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 - 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi.
Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang Burung.
Pada Musim Gugur atau Musim panas pada bioma terdapat hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang ada di daerah ini adalah serangga, burung, bajing, dan racoon yaitu hewan sebangsa luwak/musang. Sedangkan Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur. Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin). Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi. Sedangkan Taiga Terdapat di belahan bumi se­belah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan. Sedangkan pada Musim gugur Pertumbuhan tumbuhan di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, lumut kerak, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya karibou, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
Pada ekosistem buatan manusia seperti bendungan, hutang tanaman, argoekosistem kesemuanya itu dilakukan manuasia untuk mendapatkan penghasilan yang diinginkannya, seperti hutan tanaman contoh manusia menam karet setelah beberapa tahun kemudian mereka memetik hasil apa yang mereka usahakan. Melakukan pembendungan air bisa juga sebagai irigasi sawah agar tersuplai air kedalamnya untuk mencukupi perairan tanaman seperti padi. Setelah mereka kelola dengan baik mereka akan mengambil hasil dari usaha mereka.


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas tentang jenis-jenis ekosistem ternyata diantara komponen-komponen ekosistem sangat saling membutuhkan satu dengan yang lainnya Saling ketergantungan antara biotik dan abiotik
seperti  Makhluk hidup memerlukan udara untuk bernapas, Tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk berfotosintesis, Ketergantungan komponen abiotik terhadap komponen biotik, Cacing tanah menggemburkan tanah Tumbuhan untuk menahan erosi, Tumbuhan hijau untuk mengurangi pencemaran udara.
      Untuk itu kita peliharalah lingkungan jangan melakukan Penebangan hutan secara liar, Pengeboran minyak lepas pantai, timbuangan sampah atau limbah, Penggunaan pupuk buatan dan pestisida berlebihan, Pembakaran hutan, Penangkapan ikan tanpa kendali, Perusakan terumbu karang.
Semua ini adalah salah satu dari sekian banyak tingkah laku manusia yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem untuk itu sayangilah lingkungan trutama yang ada disekitar kita.

B.     SARAN
Makalah ini sangat jauh dari sempurna untuk itu kritik dan sarannya yang bersifat mendukung sangat sekali diharapkan agar demi kesempurnaan makalah supaya berguna pada masa-masa yang akan mendatang.


”Jika Urusan Diserahkan Kepada Orang Yang Bukan Ahlinya Maka Tunggulah Kehancuran ”



DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Sofyan Mufid. 2010. Ekologi Manusia. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Dirjen ESDM. 2010. Kebijakan Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata  Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain. Makalah Seminar. FP UB-Dirjen ESDM Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, 15 Januari 2010
DirjenPLA. 2005. Rencana Aksi Pemantapan Ketahanan Pangan 2005–2010. Lokakarya Pengelolaan Lahan & Air Untuk Pemantapan Ketahanan Pangan. Dirjen PLA Departemen Pertanian, 3 Oktober 2005
FAO. 2007. www.fao.
Hairiah.K,Mein e van Noordwijk, and Stephan Weise. Sustainability of Tropical Land Use Systems After Forest Conversion
Scherr, S.J, J.C. Milder, and M. Inbar. 2007. Paying Farmers for Stewardship. In Scherr, S.J and J.A. McNeely (Editors). Farming with Nature: Science and Practice of Ecoagriculture. IslandPress. Washington.
Suharto, E. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Rafika Aditama







Saturday, 30 March 2013

Jejak Ekologi






 JEJAK EKOLOGIS PRIBADI
MATA KULIAH ETIKA DAN NILAI LINGKUNGAN







Oleh :

ROMLI YADI
NPM.12131011118


Dosen Pengajar :
Prof. SUPLI EFFENDI RAHIM,PhD, MSc




PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN 2013





KATA PENGANTAR

Assalamualaikum ,Wr.Wb.
Bismilahirohmannirohim
Sukur alhamdulillah kita haturkan kepada allah SWT atas segala rahmat dan karunia-nya, sehingga saya dapa meneyelesaikan tugas ini dengan judul “ jejak ekologis pribadi “ tepat pada waktunya.
Saya menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna dan banyak terdapat kekurangannya, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterbatasan refrensi yang saya dapatkan sehingga saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca untuk perbaikan dan penyempurnaannya.
Semoga bantuan dan dorongan yang diberikan akan mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT, Amin.
Wasalam

Palembang,  Maret  2013

Penulis







JEJAK EKOLOGI PRIBADI

  1. Pengertian Jejak Ekologis (Ecological Footprint)
Jejak ekologis atau ecological footprint adalah system yang mengukur seberapa banyak ruang (darat dan air) yang diperlukan manusia untuk menghasilkan sumberdaya yang mereka butuhkan dan menyerap limbah yang mereka hasilkan. Kalkulasi jejak ekologis dilakukan dengan menghitung beberapa hektar ruang hidup (darat dan air) dibumi yang dibutuhkan oleh seseorang manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya dalam setahun.
Jejak ekologis merupakan analisi nilai kebutuhan manusia didalam ekosistem. Analisis ini membandingkan kebutuhan manusia dengan kemampuan biosfer alam dalam merepoduksi sumberdaya. Nilai tersebut merepresentasikan jumlah lahan produktif biologis yang diperlukan untuk mereproduksi sumber daya yang dikonsumsi manusia dan menyerap limbah melalui teknologi yang berlaku. Dengan penilaian ini maka dapat diperkirakan berapa banyak sumber daya kota yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia. Sebagai gambaran, jejak ekologis  bumi mencapai nilai 1,4 dengan kata lain manusia menggunakan 1,4 kali lebih cepat jasa ekologi yang dapat diperbaharui oleh bumi.
Laporang living planet Report 2012 menunjukkan kecenderungan yang menghawatirkan : peningkatan jejak ekologis yang terus berlanjut. Dari data terbaru pada tahun 2008 menunjukkan jejak ekologis yang ditinggalkan oleh manusia telah melebihi kapasitas biologis bumi, dimana bumi hanya mampu memproduksi sumber daya terbaru dan menyerap CO2 sebesar 50% dari yang di butuhkan oleh dunia saat ini.
The Jejak Ekologis berakar pada fakta bahwa semua sumber daya terbaru akan berasal dari bumi. Hal ini menyumbang aliran energi dan materi ke dan dari setiap perekonomian didefinisikan dan mengubah ini ke daerah tanah / air yang sesuai yang diperlukan untuk alam untuk mendukung arus. Secara keseluruhan, jejak ekologis manusia telah menjadi dua kali lipat sejak tahun 1966. membutuhkan setidaknya 1,5 tahun bagi planet bumi untuk meregenerasi sumber daya terbaru yang dapa dimanfaatkan manusia, serta menyerap karbon yang dihasilkan dalam jangka wakty yang sama. Keterlampauan ekologis atau ecological overshoot secara umum disebabkab emisi karbon dan permintaan akan bahan pangan, namun ketersediaan lahan dan pengalokasiannya bisa dipastikan menjadi perbincangan belaka.
Jejak ekologis penduduk dunia telah melampaui kemampuan planet. Bumi memperbaiki diri secara alami (biokapasitas) sebesar 50%. Artinya dibutuhkan 1,5 tahun bagi bumi untuk memproduksi sumberdaya yang yang dikonsumsi oleh manusia dalam 1 tahun.
Jejak ekologis  seseorang tidak selalu sama, terdapat juga perbedaan antara tiap-tiap negara, khususnya jika terdapat perbedaan pada tingkat perekonomian dan pembangunannya. Semuai ini menunjukkan bahwa negara berpendapatan tinggi memiliki jejak ekologis rata – rata tiga kali lipat dari negara berpendapatan menengah dan rata – rata lima kali lipat dibandingkan negara berpendapatan rendah.


  1. Menghitung jejak ekologis pribadi
Jejak ekologi adalah suatu system yang mengukur seberapa banyak tanah dan air yang diperlukan populasi manusia untuk menghasilkan sumber yang mereka habiskan dan menyerap limbah yang dihasilkannya. (Wackernagel dan rees, 1996)

Lembaran kerja berikut adalah perhitungan kasar yang menunjukkan seberapa besar jejak ekologi anda dan bagai mana pilihan yang anda buat menjadikan jejak ekologis anda menyusut atau meluas.

Seberapa Besar Jejak Mu ?
  1. Transportasi
Dengan apa anda berpergian hari ini?
    1. Berjalan .... 0
    2. Bersepeda......5
    3. Dengan angkutan umum ....10
    4. Menumpamg .........15
    5. Kendaraan pribadi 3x 30
(Kalikan setiap sekor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotal)
Sub total : 90
  1. Penggunaan Air
Seberapa banyak air yang digunakan?
    1. Tidak mandi ....0
    2. Mandi, 1-2 menit ...5
    3. Mandi, 3-6 menit...10
    4. Mandi, 10 min ....2x 20
    5. Mandi dengan air satu bak penuh ...20
    6. Mandi denga air setengah bak...10
    7. Mandi dengan bekas orang lain...10
    8. Mengosok gigi dengan air keran tetap mengucur ....5
    9. Mencukur kumis/jengot dengan air keran tetap mengucur ....5
(Kalikan setiap sekor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotal)
Sub total : 40

  1. Berpakaian
Saya menggunakan pakaian lebih dari sekali sebelum dicuci?
    1. Sering ...0
    2. Kadang-kadang....2 x 5
    3. Tidak pernah ...10
Saya menggunakan pakaian bekas (yang sudah diperbaiki)?
a.       Iya ...(-5)
b.      Tidak...0
Saya memperbaiki baju saya sendiri?
a.       Ya....(-5)
b.      Tidak ....0
50% dari baju saya adalah baju turunan/bekas orang lain?
a.       Ya...(-5)
b.      Tidak...0
Saya membersihkan dan mengeringkan baju saya sendiri?
a.       Tidak...0
b.      1-5 lembar....2 x 10
c.       Lebih dari 6 lembar ...20
(kalikan setiap sekor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotal)
Sub total : 30
  1. Rekreasi
Mengenali permainan, olahraga, dan aktivitas dimana anda terlibat, pada hari biasa dimana waktu senjang / luang

Seberapa banyak peralatan yang diperlukan?
a.       Tidak ada atau sedikit....0
b.      Beberapa ...1 x 10
c.       Cukup banyak .....20
Seberapa luas lahan yang dibutuhkan untuk bermain dilapangan, dataran es, kolam renag, untuk memenuhi rekreasi anda?
a.       Tidak ada atau sedikit...0
b.      Sedang (< 1 hektar) ....1 x 10
c.       Cukup besar (>1 hektar)...20
Saya menghabiskan uang haru ini untuk belanja (pakaian, baju, peralatan olahraga)?
a.       Tidak ada...0
b.      $5 .....5
c.       $10......10
d.      $10+ ...1pt. per dollar
(Kalikan setiap sekor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotal)
Sub total : 20
  1. Makanan
Berapa porsi daging yang anda makan perhari?
a.       0 porsi..0
b.      1 porsi ...10
c.       2 porsi ...20
d.      3 porsi ...30
Seberapa banyak makanan yang bersisah dipiring anda?
a.       Tidak ada...0
b.      Sedikit ....5
c.       Cukup banyak....10
Saya mengkonsumsi campuran sisa sayur dan buah?
a.       Ya....0
b.      Tidak...1 x 10
Makanan yang saya makan adalah jenis makanan lokal?
a.       Semuanya ...0
b.      Beberapa...1x 10
c.       Tidak ada ....20
Makanan yang saya makan adalah produk organik?
a.       Semuanya...0
b.      Beberapa....1 x10
c.       Tidak ada...20
Makana yang saya konsumsi adalah makanan yang dibungkus plastik/kertas (siap saji)?
a.       Tidak ....0
b.      Beberapa....1x 10
c.       Semuanya .....20
(Kalikan setiap sekor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotal)
Sub total : 40
  1. Sampah
Jika saya membuang seluruh sampah pada hari ini, seberapa besar penampungan sampahnya?
a.       Peti kayu....30
b.      Kotak sepatu....1x 20
c.       Secangkir....5
d.      Tidak ada sampah....0
(Kalikan setiap sekor dengan berapa sering metode tersebut dipakai dalam satu hari dan kemudian ditotal)
Sub total : 20
            Add sub-Totals of ”A – F ” for total 1 : 240

  1. Ruang Tinggal
Hitung dalam satuan meter persegi ruang indoor yang diperlukan dalam keseharian, termasuk semua ruangan dirumah (termasuk garasi), sekolah (kantin, kelas), kantoe (ruang kantor pribadi, area kerja, toilet). Bagi luas total ruangan dengan jumlah orang di dalamnya.
Contoh:
   Living Space Averages        Educ. Space/Per Student
Ave. Dorrm Space – 25 sq m  Classroom & Lab – 30 sq m
Ave. Apt. space     - 35 sq m   Administration    -   3 sq m
                                    Other            -   5 sq m

Add up “a-d” for “Total Square Meters”.
(1 sq. meter = 10 sq. feet)
a)  “Home” sq. meters = 240
      divided by # of people = 40                                 Sq meters
b)  School sq. meters =  40
      divided by # of people =  1  Sq meters
c)  Office sq. meters = 100
      divided by # of people =  2                      Sq meters
d)  other sq. meters = __________________
      divided by # of people = __________________ Sq meters

Total 2: 43

TOTAL KESELURUHAN= (Total 1 + Total 2)  X  3
 ( 140+43)  X  3 = 183x 3  =  549

Anda telah menghitung total dari ‘tiga’ tipikal keseharian anda. Sekarang ubah total keseluruhan tsb menjadi jejak ekologis pribadi anda, menggunakan rumus dibawah:
Total keseluruhan dibagi 100 = jejak ekologis anda dalam satuan hektar

JEJAK EKOLOGIS PRIBADI  = 5,49 HEKTAR
Conversion Table:
1 hectare = a square 100 meters on each side
(about the size of the parking lot just outside this building)
1 hectare = 2.5 acres
640 acres = 1 sq. mile
1 sq. mile = 259 hectares
Warrensburg occupies about 4 sq. miles



DAFTAR PUSTAKA

fpips.upi.edu/berita-116-.html
www.conservation.org/global/indonesia/berubah/pages/mar...
Nukilan Love Hijau on Selasa, 28 Jun 2011
quran.al-shia.org/id/tafsir/tafsir-Sureh-Yasin/05.htm
bumihijaudaun.blogspot.com/
Dirjen ESDM. 2010. Kebijakan Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata  Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain. Makalah Seminar. FP UB-Dirjen ESDM Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, 15 Januari 2010
DirjenPLA. 2005. Rencana Aksi Pemantapan Ketahanan Pangan 2005–2010. Lokakarya Pengelolaan Lahan & Air Untuk Pemantapan Ketahanan Pangan. Dirjen PLA Departemen Pertanian, 3 Oktober 2005
FAO. 2007. www.fao.
Hairiah.K,Mein e van Noordwijk, and Stephan Weise. Sustainability of Tropical Land Use Systems After Forest Conversion
Scherr, S.J, J.C. Milder, and M. Inbar. 2007. Paying Farmers for Stewardship. In Scherr, S.J and J.A. McNeely (Editors). Farming with Nature: Science and Practice of Ecoagriculture. IslandPress. Washington.
Suharto, E. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Rafika Aditama